FKP2B: Kondisi Negara 'Tak Sehat' di Bawah Rezim Jokowi, Sudah Masuk ICU! -->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

FKP2B: Kondisi Negara 'Tak Sehat' di Bawah Rezim Jokowi, Sudah Masuk ICU!

Tuesday, May 31, 2022 | May 31, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-05-31T10:42:00Z

FKP2B: Kondisi Negara 'Tak Sehat' di Bawah Rezim Jokowi, Sudah Masuk ICU!

LEBSI NEWS - Negara Indonesia di bawah Rezim Joko Widodo (Jokowi) sudah tidak sehat dan masuk ICU. 

Tidak sehatnya Indonesia terlihat dalam bidang ekonomi di mana utang negara menumpuk. 

“Negara Indonesia dalam kondisi tidak sehat bahkan sudah harus masuk ICU/ sakit parah,” kata Sekjen FKP2B Syafril Sofyan dalam pernyataan kepada redaksi SuaraNasional, Selasa (31/5/2022).

Kata Syafril, kondisi ekonomi sangat sulit termasuk ancaman krisis pangan. 

Sementara kemampuan Pemerintah amburadul, salah satu buktinya adalah Pemerintah kalah dengan mafia minyak goreng. 

“Cuaca poleksosbud sangat buruk. Indonesia bisa berantakan,” papar Syafril.

Dosen UNJ, dan aktivis gerakan mahasiswa motor gerakan reformasi 1998 Ubedilah Badrun mengatakan, sebagai akademis melalui riset yang dilakukan, baik secara kuantitatif dan kualitatif tentang kondisi saat ini kuat sekali dasar bagi masyarakat untuk melakukan perubahan. 

“Saya merasa optimis karena ternyata kalangan mahasiswa sebagai gerakan independen ternyata masih peduli dan berjuang untuk kepentingan masyarakat, terbukti setiap permasalahan yang krusial seperti pelemahan KPK, tentang UU Cipta Kerja omnibuslaw dan tentang keinginan perpanjangan masa jabatan dan perubahan 3 periode jabatan Presiden, mereka turun unjuk rasa secara serentak di berbagai kota, sebagai bukti kepekaan mereka,” jelasnya.

“Selanjutnya yang saya monitor, khususnya para generasi muda umumnya masyarakat sangat concern terhadap permasalahan korupsi dan nepotisme, mereka mahasiswa sangat anti terhadap kelakuan koruptif penguasa/ istana dan keluarganya.” 

Terkait oligarki, kata Ubedilah struktur kekuasaan dan sistim politik sejak dua periode pemerintahan, hanya dikendalikan oleh sejumlah kecil orang, yang terkait dengan kekayaan, ikatan keluarga, untuk kepentingan kelompok dan abai terhadap kepentingan rakyat. SuaraNasional

Iklan

×
Berita Terbaru Update
close