HEBOH! Puluhan Relawan Ganjar di Bone Ngamuk: Dijanjikan Duit Rp50 Ribu Capek-capek Teriak Dapatnya Cuma Rp10 Ribu -->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

HEBOH! Puluhan Relawan Ganjar di Bone Ngamuk: Dijanjikan Duit Rp50 Ribu Capek-capek Teriak Dapatnya Cuma Rp10 Ribu

Monday, September 5, 2022 | September 05, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-09-05T13:26:51Z

Alamak! Puluhan Relawan Ganjar di Bone Ngamuk: Dijanjikan Duit Rp50 Ribu Dapatnya Cuma Rp10 Ribu, Padahal Sudah Capek Teriak...

LEBSI NEWS - Acara deklarasi Ganjar Pranowo yang dihadiri ratusan pemuda di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menyisakan cerita sedih. 


Seperti curhat Rasyid (20) kepada awak media. Awalnya Rasyid disuruh mengajak kawan-kawannya untuk menghadiri acara deklarasi. 


Selain mendapatkan kaos bergambar Ganjar, Rasyid dijanjikan 'pengganti uang minyak' sebesar Rp50ribu.


Rasyid bersama teman-temannya yang berjumlah sekitar 30-an pun bergerak ke lokasi acara. 


Sesampainya di sana, Rasyid dkk pun mendapat kaos. Namun amplop belum diterima.


"Kata mereka, amplopnya dikasi usai acara," kata Rasyid.


Rasyid dkk pun mengikuti rangkaian acara hingga malam.


"Capeknya luar biasa. Disuruh teriak-teriak. Dari siang sampai malam," ujar Said, salah seorang teman Rasyid.


Rasa lelah seketika berubah menjadi amarah. Saat Rasyid membuka amplop pemberian koordinator relawan.


"Dijanjikan Rp50ribu, tapi isi amplopnya cuma Rp10ribu. Saya yang jadi nggak enakan sama kawan-kawan. Ketika saya cari koordinatornya, sudah menghilang," ujar Rasyid emosi. 


Sebelumnya sejumlah pemuda di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menyatakan dukungannya terhadap Ganjar Pranowo untuk menjadi Presiden RI tahun 2024. 


Mereka menilai Ganjar telah berhasil memimpin Jawa Tengah.


Para pemuda ini tergabung dalam jaringan relawan Orang Muda Ganjar (OMG). 


Menurut para relawan, Ganjar mampu menghadirkan program-program inovatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.


Salah satu indikator keberhasilan tersebut adalah data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) tentang angka kemiskinan pada provinsi-provinsi di Indonesia pada Kuartal 1 2022. 


Berdasarkan data BPS tersebut, angka kemiskinan Jawa Tengah turun sebesar 0,32 persen, dari sebelumnya 11,25 persen (September 2021), menjadi 10,93 persen (Maret 2022). 


Ini berarti, penduduk miskin di Jateng berkurang 102,57 ribu orang, dari 3,93 juta jiwa menjadi 3,83 juta jiwa.


Koordinator Wilayah OMG Sulawesi Selatan Rais Razak mengatakan para pemuda di Bone terinspirasi dengan program-program ciptaan pria berambut putih tersebut. 


Sebagai bentuk dukungan kepada Ganjar mereka menggelar acara bertajuk 'Festival Rakyat Kota Beradat' di Tanete Riattang Barat, Kota Watampone, Bone, pada Sabtu (3/8).


"Program 'Lapak Ganjar' buatan Pak Ganjar kami coba terapkan dalam acara ini. Jadi para pegiat UMKM di Bone, kami buatkan lapak di sini secara gratis. Agar mereka bisa sejahtera, seperti pedagang-pedagang di Lapak Ganjar," kata Rais dikutip dalam keterangan tertulis, Minggu (4/9/2022).


Rais menambahkan kecintaan Ganjar pada budaya lokal juga menjadi salah satu faktor terbesar yang mendorong banyaknya pemuda Bone yang mengidolakan Ganjar.


"OMG Sulsel memandang sosok Ganjar sebagai orang yang kharismatik dan terpuji. Kita lihat beliau orangnya sangat sederhana, dan sangat menjunjung nilai-nilai kesenian. Bahkan dia mewajibkan ASN-nya untuk mengenakan batik tradisional di hari tertentu," papar Rais.


OMG, disebut Rais, bertekad mengkonsolidasikan dukungan dari masyarakat Bone untuk Ganjar melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat. 


Salah satunya melalui pentas kesenian tradisional Sulawesi Selatan. 


Dengan begitu, menurutnya, bukan hanya basis dukungan untuk Ganjar yang didapat, tetapi juga kesenian lokal di daerahnya bisa tetap lestari.


Salah satu relawan OMG Sulsel, Agung Sudarmiko menyatakan gelaran kesenian untuk mendukung Ganjar Pranowo adalah hal yang tepat. 


Sebab, kata Agung, Bone adalah daerah yang kaya akan budaya dan sudah semestinya dilestarikan lewat berbagai acara.


"Kita harus ingat bahwa Bone memiliki identitas, yakni adatnya sangat kental. Kita sebagai anak muda harus menghargai kegiatan-kegiatan seperti ini. Saya sebagai penikmat seni, merasa sangat bangga bisa mengikuti kegiatan ini," ujar Agung. [WB]

Iklan

×
Berita Terbaru Update
close