LEBSI NEWS - Esensinya sederhana,, pemerintahan Jokowi tidak kreatif dan tidak berpihak pada rakyat ! Bisanya hanya ‘nambah utang mahal’ dan ‘naikkan harga’ yang bikin susah rakyat. Padahal ada cara lain, tidak perlu naikkan BBM. ''Ndak kreatif, tapi songong pula. Jokowi wis, cukup sudah,'' demikian penegasan tokoh nasional/ekonom senior Rizal Ramli (RR)
''Gimana caranya tidak menaikkan harga BBM ? Pemerintah fokus mengurangi cicilan bunga & pokok utang, yg tahun ini 805T, 1/3 dari APBN, pos anggaran utama Jokowi ! Jika dilakukan debt-swap, termasuk debt-to-nature swap, cicilan bisa berkurang 1/4-nya (200T), BBM tidak perlu naik !,'' ungkap RR, Menko Ekuin Presiden Gus Dur
Seperti diketahui, Pemerintah resmi mengumumkan harga baru BBM subsidi, Sabtu (9/3/2022) siang. Kebijakan itu diambil pemerintah untuk melindungi masyarakat dari kenaikan harga minyak dunia melalui subsidi BBM. Presiden dalam konferensi pers (3/9) menyebut bahwa kompensasi BBM tahun 2022 telah meningkat tiga kali lipat.
"Pemerintah memutuskan untuk menyesuaikan harga BBM subsidi antara lain Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, kemudian Solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter, Pertamax nonsubsidi dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter," jelas Menteri ESDM. (berbagai sumber)
