BBM Dinaikkan Jokowi. Rizal Ramli: Pemerintah 'Ndak Kreatif, tapi Songong pula. Jokowi Wis, Cukup Sudah' -->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BBM Dinaikkan Jokowi. Rizal Ramli: Pemerintah 'Ndak Kreatif, tapi Songong pula. Jokowi Wis, Cukup Sudah'

Sunday, September 4, 2022 | September 04, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-09-04T00:47:29Z

LEBSI NEWS - Esensinya sederhana,, pemerintahan Jokowi tidak kreatif dan tidak berpihak pada rakyat ! Bisanya hanya ‘nambah utang mahal’ dan ‘naikkan harga’ yang bikin susah rakyat. Padahal ada cara lain, tidak perlu naikkan BBM. ''Ndak kreatif, tapi songong pula.  Jokowi wis, cukup sudah,'' demikian penegasan tokoh nasional/ekonom senior Rizal Ramli (RR)  

''Gimana caranya tidak menaikkan harga BBM ? Pemerintah fokus mengurangi cicilan bunga & pokok utang, yg tahun ini 805T, 1/3 dari APBN, pos anggaran utama Jokowi ! Jika dilakukan debt-swap, termasuk debt-to-nature swap, cicilan bisa berkurang 1/4-nya (200T), BBM tidak perlu naik !,'' ungkap RR, Menko Ekuin Presiden Gus Dur

Seperti diketahui, Pemerintah resmi mengumumkan harga baru BBM subsidi, Sabtu (9/3/2022) siang. Kebijakan itu diambil pemerintah untuk melindungi masyarakat dari kenaikan harga minyak dunia melalui subsidi BBM. Presiden dalam konferensi pers (3/9) menyebut bahwa kompensasi BBM tahun 2022 telah meningkat tiga kali lipat.


"Saya sebetulnya ingin harga BBM di dalam negeri tetap terjangkau dengan memberikan subsidi dari APBN. Tetapi anggaran subsidi dan kompensasi BBM tahun 2022 telah meningkat tiga kali lipat dari Rp152,5 triliun menjadi Rp502,4 triliun, dan itu akan meningkat terus. Dan lagi, lebih dari 70 persen subsidi justru dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu yaitu pemilik mobil-mobil pribadi," kata Presiden saat memberikan keterangan pers bersama para menteri di Istana Merdeka, Jakarta, pada Sabtu, 3 September 2022.

 Alasan pemerintah ditentang Dr. Rizal Ramli, mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI. Menurutnya, harga minyak dunia sudah mulai turun. Dalam cuitan twitternya, Rizal Ramli mengatakan "Kenaikan harga BBM bisa ditunda karena harga minyak mentah dunia sudah mulai turun. Harga minyak mentah dunia pernah naik sampai $120 per barel. Hari ini sudah kembali turun ke $89 per barel. Trend harga turun, ngapain BBM dalam negri naik, kecuali menutup ineffesiensi Pertamina?" cuit Dr. Rizal Ramli lewat akun pribadi @RamliRizal, Sabtu (3/9/2022) malam.

"Pemerintah memutuskan untuk menyesuaikan harga BBM subsidi antara lain Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, kemudian Solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter, Pertamax nonsubsidi dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter," jelas Menteri ESDM. (berbagai sumber)

Iklan

×
Berita Terbaru Update
close