Polisi Jemput Tukang Es Diduga Bjorka dengan Dalih Dipinjam, Orang Tua Cemas Sampai Sekarang Gak Ada Kabar -->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Polisi Jemput Tukang Es Diduga Bjorka dengan Dalih Dipinjam, Orang Tua Cemas Sampai Sekarang Gak Ada Kabar

Friday, September 16, 2022 | September 16, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-09-16T01:56:14Z


LEBSI NEWS - JAKARTA-Pemeriksaan intensif masih dilakukan terhadap pria berinisial MAH (21) yang ditangkap tim siber Mabes Polri di Madiun, Jawa Timur lantaran diduga sebagai sosok di balik hacker Bjorka.

“Untuk yang di Madiun sedang didalami terkait menyangkut masalah yang bersangkutan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/9).

Terkait dengan penangkapan ini, kata Dedi, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah MAH merupakan sosok Bjorka yang telah melakukan pembobolan data pribadi pejabat negara hingga Preside Joko Widodo. Pihaknya nanti akan menyampaikan informasi selanjutnya setelah dilakukan pendalaman.

"Belum disimpulkan seperti itu (hacker). Karena masih didalami oleh Timsus, saya tidak brekompeten menjelaskan sebelum timsus, nanti telah selesai bekerja," katanya.

Pemuda diduga sebagai hacker Bjorka ditangkao tim cyber Mabes Polri. Pemuda berinisial MAH (21) ini diamankan di Kabupaten Madiun. Informasi yang dihimpun, sang pemuda langsung diperiksa Mapolsek Dagangan.

MAH kemudian dibawa oleh Tim Cyber ke Mapolsek Dagangan untuk menjalani pemeriksaan. MAH menjalani pemeriksaan hingga sekitar pukul 01.30 WIB dan mendapat pengamanan dari Polres Madiun.

Bapak MAH, Jumanto (52) yang bekerja sehari-hari sebagai buruh tani, mengaku kaget saat ada polisi mendatangi rumahnya untuk menjemput anaknya dengan alasan akan dilakukan pemeriksaan di Polsek Dagangan.  

  “La di datangi Polisi ya orang tua kaget, wong anaknya itu baik-baik tidak pernah bikin masalah kok dijemput polisi. Katanya hanya di pinjam mau dimintai keterangan di Polsek.” Terang Jumanto.    

Meski demikian Jumanto mengaku masih berharap cemas karena hingga Kamis malam ini, belum juga ada kabar dari anaknya, bahkan saat dibawa polisi Rabu malam kemarin pihak keluarga pun tidak di kasih tahu masalah apa yang telah diperbuat MAH.   

“Ndak tahu gimana kondisinya sekarang, tadi malem itu katanya dibawa ke Polsek kok malah sekarang infonya sudah di Jakarta. Ya harapan saya semoga kasusnya segera selesai dan segera dipulangkan, anak saya orang baik.” Imbuhnya.    

Sementara, itu ketua RT 17 tempat tinggal terduga Bjorka, MAH dikenal sebagai anak yang baik, dan juga pendiam. Keseharianya hanya bekerja sebagai penjual es di area pasar Dagangan Madiun.    

“Kesehariannya bagus, kalau berbuat yang aneh-aneh itu saya yakin nggak. Selain itu dia juga sering ikut kegiatan agama, seperti latihan musik Hadroh itu.” Kata Fery.  rm

Iklan

×
Berita Terbaru Update
close