Ribuan Kader PMII Bakal Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga BBM -->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ribuan Kader PMII Bakal Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga BBM

Monday, September 5, 2022 | September 05, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-09-05T02:20:44Z


LEBSI NEWS - JAKARTA – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) akan mengerahkan 2.000 kader dari seluruh daerah untuk demo menolak kenaikan harga BBM di depan Istana Negara. Demo tersebut juga akan dilakukan serempak di seluruh daerah, Senin (5/9/2022) besok.

"Kami (PMII) sangat menyayangkan kebijakan pemerintah tersebut yang tidak mempertimbangkan kondisi masyarakat," kata Ketua Umum PB PMII Abdullah Syukri dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/9/2022).

Abe menegaskan, PMII akan terus mengawal kebijakan pemerintah yang telah menaikkan harga BBM hingga dicabut. 

“Kami PMII meminta agar kebijakan pemerintah ini segera dicabut. Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh Pengurus Koordinator Cabang (PKC) dan Pengurus Cabang (PC) di seluruh Indonesia. Kami akan serempak turun aksi ke jalan di berbagai daerah," kata Abe. 

Lulusan Magister Universitas Duisburg-Essen Jerman tersebut menyebutkan bahwa jika pemerintah mau menaikkan harga BBM, seharusnya diimbangi dengan upah buruh yang dan fasilitas publik yang memadai. 

"Jika pemerintah membandingkan harga BBM di Indonesia dengan negara lain, harusnya upah buruh, fasilitas kesehatan dan fasilitas publik juga harus diperbaiki terlebih dahulu. Sedangkan saat ini yang terjadi sangat berbanding terbalik," paparnya.

Abe meminta agar pemerintah tidak sembrono, setiap kebijakan yang mau diambil harus dengan pertimbangan yang matang. 

"Pemerintah sebagai pihak yang memiliki fungsi state management harusnya setiap mau mengambil kebijakan berdasarkan pertimbangan yang matang. Kebijakan yang mau diambil harus difikirkan secara holistik. Karena kebijakan menaikkan harga BBM ini akan berdampak dari hulu hingga hilir," kata Abe. I inews

Iklan

×
Berita Terbaru Update
close