Sebut Komnas HAM Buat Kasus Brigadir Joshua Jadi 'Makin Buram', Eks Kabais TNI: Mereka Susah Dipercaya! -->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sebut Komnas HAM Buat Kasus Brigadir Joshua Jadi 'Makin Buram', Eks Kabais TNI: Mereka Susah Dipercaya!

Saturday, September 3, 2022 | September 03, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-09-03T12:59:05Z

Sebut Komnas HAM Buat Kasus Brigadir Joshua Jadi 'Makin Buram', Eks Kabais TNI: Mereka Susah Dipercaya!

LEBSI NEWS - Mantan Kabais TNI, Soleman B Ponto kembali menyinggung soal alur penyelesain kasus penembakan Brigadir J.


Menurut Soleman B Ponto, kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan oleh Ferdy Sambo menjadi 'kabur'.


Mantan Kabais TNI ini menyampaikan pendapatnya saat berbincang di kanal YouTube Refly Harun, diunggah pada Sabtu 3 September 2022.


Lanjut Soleman, masuknya Komnas HAM juga membuat peristiwa polisi ditembak polisi ini membuat semakin rumit.


"Masuknya komnas HAM tambah buram lagi, kenapa? dia kan hak asasi manusia perujukannya kan undang-undang 39 tahun 1999," ujarnya.


Lantas Soleman juga menyebut acuan Komnas HAM yaitu mengatur hak untuk hidup.


"Jadi dengan adanya itu harusnya (Komnas HAM) melihat kenapa ada orang yang hak hidupnya diambil, terus siapa yang mengambil? sekarang kan yang dia ceritakan bukan orang yang mengambil itu," ujar Soleman.


"Kalau dia mau menjelaskan ini lho fotonya, jadi awalnya opini bisa bergeser menjadi fakta," ujarnya.


Jadi menurut Soleman harusnya Komnas HAM harusnya fokus pada perlindungan HAMnya bukan mengarah ke yang lainnya.


"Jadi sepertinya dia melanjutkan pekerjaan polisi," ujarnya.


Refly Harun juga berpendapat jika Komnas HAM terlihat lebih fokus pada investigasinya sendiri bukan fokus pada tewasnya seseorang.


"Inilah yang awalnya sudah jelas, sekarang malah tambah kabur kemana-mana," ucap Mantan Kabais TNI.


Soleman B Ponto juga menyayangkan Komnas HAM tidak membeberkan semua bukti sehingga pernyataannya seolah tidak berlandaskan fakta.


"Ini loh fotonya, supaya kita bisa lihat oh ini fakta," ujar Soleman.


Mantan Kabais TNI ini juga menekankan jika dalam kasus Brigadir J ini ada penjelasan yang janggal maka akan merusak semuanya.


"Apabila yang disampaikan itu satu saja meragukan, itu akan menihilkan semuanya," tegasnya.


"Dari awal bilang bapak dan ibu bersama-sama naik mobil (dari Magelang) ternyata enggak, ditambah lagi naik pesawat, yang mana yang benar?," sambungnya.


Jadi memang Soleman menilai pernyataan yang disampaikan oleh Komnas HAM itu tidak sama.


"Jadi narasi yang dibangun yang disampaikan 2 orang, satu pak Chairul dan satu Pak Taufan ini kalo didetailkan gak klop," tegasnya.


"Mana yang benar? bagi intelejen satu saja gak klop dua-duanya susah dipercaya," ujarnya. [DW]

Iklan

×
Berita Terbaru Update
close