Sentilan Rizal Ramli pada Rezim Jokowi: Jangan Penguasa Berpesta di atas Kesulitan dan Derita Rakyat -->
×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sentilan Rizal Ramli pada Rezim Jokowi: Jangan Penguasa Berpesta di atas Kesulitan dan Derita Rakyat

Thursday, September 8, 2022 | September 08, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-09-08T02:27:59Z

 

LEBSI NEWS -


Dari redaksi: Dialog Tokoh nasional Rizal Ramli (RR) dan jurnalis senior Karni Ilyas soal naiknya harga BBM/energy dan implikasinya pada masyarakat, menarik untuk disimak. Selamat membaca.

LEBSI NEWS - Rizal Ramli mengungkapkan, Rakyat kita dua tahun diserang covid,  dan setelah covid mereda/selesai, ekonomi rakyat mau bangkit. Namun baru mau bangkit, diketok rezim Jokowi dengan naiknya harga BBM, sehingga ekonomi rakyat jatuh lagi.  Padahal tak ada alasan untuk naikkan harga BBM karena harga BBM internasional turun menjadi 87 dolar AS, dan trend harga BBM mentah bakal menurun. Dan pemerintah harusnya turunkan harga BBM dalam negeri. Simak Video dialog RR dan Karnil Ilyas ini








Kata Jokowi dan menteri Kabinetnya, ekonomi RI itu hebat, ada surplus dari kenaikan komoditi batubara, sawit dll  sampai di atas 200 dolar.

Tapi belakangan ini kok pemerintah Jokowi ngaku gak punya uang, sehingga  dijadikan alasan untuk naikkan harga BBM? Lalu hebat apanya?


Kita dulu meyakini dan menilai bahwa angka-angka ekonomi itu bagai barang suci, dan ketat sekali. Kalau ada angka perekonomian yang dasar-dasar  saja diubah-ubah, gimana itu analisanya?  Baru terjadi dalam sejarah RI, banyak menteri dan pejabat Ekuin (di Kabinet Jokowi),  mengubah angka-angka ekonomi itu. Dan angka-angka ekonomi itu berubah-ubah, termasuk subsidi Rp500-an trilyun, ternyata ketika dianalisis tidak segitu kok. Ini gimana? Sehingga kredibilitas rezim Jokowi ini rusak, hancur.

Adakah alternative di luar langkah  naikkan harga BBM? Ada, karena Pertamina itu sangat tak efisien, kalau kita tingkatkan efisiensi 20 persen saja, maka cukup dan tak usah naikkan harga BBM. Petronas Malaysia saja turunkan harga, masak Pertamina naikkan harga?.

Vivo,  sebuah korporasi pinggiran, misalnya, kita ijinkan masuk RI supaya jadi kompetitor. Vivo efisien dan harga lebih murah dari Pertamina. Eh malah Vivo yang didesak pemerintah naikkan harga BBM,dan  malah disuruh pemerintah naikkan harga sekarang juga. Ini  harusnya jadi perhatian lembaga konsumen, sayang kini lemaga konsumen seperti  YLKI dll sudah payah, tidak tanggap lagi.

Hemat saya, agar pemerintah tak naikkan harga BBM, salah satu alternatifnya adalah banyak proyek dan hal hal yang nggak perlu, dihentikan dululah. Banyak pengeluaran pemerintah yang tidak perlu, harusnya ditutup karena tak ada nilai tambahnya. Misal, Mahkamah Konstitusi (MK) anggarannya dinaikin empat kali, padahal hasil dan kinerjanya nggak mutu, malah terlalu membela pemerintah. Namun  MK kok anggarannya dinaikkan empat kali? Apa karena ketua MK itu iparnya Pak Jokowi? Ini jelas nggak mutu.





Naiknya harga BBM bikin rakyat tak bisa nafas. Kasihlah rakyat nafas dulu, jangan berpesta di atas kesulitan dan derita rakyat.

Harga BBM dinaikkan karena anggaran utama Jokowi itu bayar utang, bunga Rp 400 trilyun dan pokoknya Rp 400 trilyun sehingga total Rp800 trilyun, sangat besar, sepertiga APBN. Maka harusnya Jokowi  focus kurangi pokok dan bunga utang. Rezim Jokowi tidak kreatif, songong pula. Makanya mahasiswa dan pekerja demonstrasi, protes terhadap pemerintah Jokowi. Ambyar.

Simak Video dialog RR dan Karnil Ilyas ini  

Demikian petikan redaksi atas pandangan Rizal Ramli, Menko  Ekuin Presiden Gus Dur dan mantan aktivis ITB, dipenjara Orde Baru Pak Harto.


Iklan

×
Berita Terbaru Update
close