Ustaz Felix Siauw menyebut Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi tidak memiliki adab dan empati ketika menjawab pertanyaan wartawan tentang kasus kepala babi yang dikirim ke kantor media Tempo.
Bila sang pendakwah menjadi atasannya, maka ia tidak segan-segan untuk memecat Hasan Nasbi secara langsung.
Tegurannya itu disampaikan Felix Siauw saat hadir di podcast Raymond Chin beberapa hari lalu, dengan bintang tamu Tretan Muslim dan Koiyo Cabe.
"Kemarin ada stafsus, stafsus apa ya, Istana ya? Aku bilang gini, gila, negeri ini menurutku ya, enggak ada adab sama sekali. Karena orang-orang pintar itu bisa berpura-pura bego," tuturnya, dikutip pada Jumat (28/3/2025).
Felix Siauw menambahkan, "Itu menurutku nggak pantes sih. Jadi ketika ditanya, ini kantor Tempo, dikirimin kepala babi, langsung bilang, 'dimasak aja'."
Jawaban spontan Hasan Nasbi tersebut membuat geram pendakwah mualaf itu. Menurutnya, tidak sepantasnya seorang pebajat berbicara tanpa adab sama sekali.
"Itu pernyataan. Kalo aku jadi bosnya, ku pecat saat itu juga tuh. Serius aku," ujar Felix Siauw.
Felix Siauw pun terheran-heran bagaimana bisa Presiden Prabowo Subianto mengangkat sosok Hasan Nasbi yang pemikirannya tidak bijaksana.
"Pak Prabowo masa mau orang-orang, mohon maaf ya, yang pemikirannya model kayak gini ya. Ini jadi pejabat dan ini bukan pertama kali kita denger loh, orang-orang ngomong gini," ujar dia.
Koiyo Cabe pun menimpali. Ia menceritakan bagaimana reaksi wartawan ketika mendengar pernyataan tersebut dari seorang Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan.
"Dan pas (Hasan Nasbi bilang) 'dimasak aja' itu, terasa wartawan pun pada syok. Karena kayak ada skip satu, dua detik, mereka langsung diem, gitu. Karena orang pada syok, kok di level ini responsnya," timpalnya yang dibenarkan oleh sang ustaz.
Tidak hanya pernyataan tersebut yang membuat Felix Siauw kesal. Jawaban Hasan Nasbi selanjutnya juga berhasil membuatnya marah.
"Dia ngomong begini lagi, 'bukannya karyawan Tempo sendiri yang bilang, mbok ya harusnya dikirimin jangan kepala babi tapi daging babi'. Serius lu menyikapi perkara kayak gini?" tanya Felix Siauw tidak habis pikir.
Felix Siauw menambahkan, "Terus bilang, 'emang mereka merasa terancam?' Ku bilang, seriously? Maksudnya, segitunya?"
Menurut Felix Siauw, pernyataan tersebut seolah menyiratkan bahwa Hasan Nasbi menganggap masyarakat Indonesia bodoh dan tidak akan menangkap maksud dari jawabannya itu.
"Aku nangkep bukan daripada yang dia omongin, tapi aku mau ngasih tahu apa yang nggak diomongin sama dia. Artinya, dia nganggep semua orang Indonesia itu goblok dan nggak bisa ngerti apa maksud omongan dia," katanya lebih lanjut.
"Ketika dia ngomong begitu itu kayak 'aku bisa lolos nih dengan ngomong kayak gini'," pungkas Felix Siauw.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi. (Suara.com/Novian)
Kronologi Hasan Nasbi menanggapi teror kepala babi Tempo
Momen PCO mendapat pertanyaan mengenai teror kepala babi di kantor media Tempo terjadi pada Jumat pekan lalu, tepatnya pada 21 Maret 2025.
"Sudah, dimasak saja," kata Hasan Nasbi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Hasan Nasbi menanggapi hal itu dengan candaan karena ia melihat reaksi jurnalis politik Francisca Christy Rosana atau Cica terlihat santai seperti tidak terancam keselamatannya.
"Saya lihat medsos Cica. Dia minta dikirim daging babi, artinya dia tidak terancam. Dia bisa bercanda, 'kirimin daging babi dong'," sambungnya.
Hasan Nasbi yakin bahwa teror tersebut disebabkan oleh permasalahan antara Tempo dengan pihak lain, bukan pemerintah. Pihak pemerintah tidak mau dikait-kaitkan dengan teror tersebut.
"Ini problem mereka entah dengan siapa. Entah siapa yang mengirim. Buat saya enggak bisa tanggapi apa-apa," pungkas Hasan Nasbi.
Sumber: suara
Foto: Felix Siauw sebut Hasan Nasbi tak punya adab (Instagram)