WANHEARTNEWS.COM – Bendera Israel terlihat di tengah kelompok suporter Argentina saat tim nasional mereka menghadapi Mesir pada babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026) malam WIB. Kemunculan bendera tersebut langsung menjadi perhatian luas dan memicu perdebatan di media sosial.
Argentina menang dramatis 3-2 setelah tertinggal dua gol lebih dulu. Tapi bukan hanya hasil pertandingan yang menyita perhatian.
Ada
foto dan video beredar memperlihatkan bendera Israel dibentangkan di
area pendukung Argentina dalam pertandingan bergengsi tersebut. Momen
itu menambah sorotan terhadap laga yang sebelumnya sudah dikaitkan
dengan perbedaan sikap politik kedua negara terkait konflik di
Palestina.
Kontroversi
tersebut muncul hanya beberapa hari setelah Mesir menunjukkan dukungan
terbuka kepada Palestina selama turnamen berlangsung.
Pada
pertandingan sebelumnya saat Mesir mengalahkan Australia, pelatih
Hossam Hassan terlihat membawa bendera Palestina di lapangan seusai
laga.
Aksi
tersebut diiringi nyanyian "Free Palestine" dari tribun penonton.
Hassan kemudian mendedikasikan kemenangan Mesir kepada rakyat Palestina.
Dia
juga menyampaikan hati dan pikirannya bersama rakyat Palestina serta
menyampaikan belasungkawa kepada para korban yang meninggal di Gaza.
FIFA Tidak Menjatuhkan Sanksi
Dukungan
Hassan kepada Palestina sempat memicu kritik dari sejumlah tokoh
olahraga Israel. Mereka mendesak FIFA mengambil tindakan disiplin
terhadap pelatih Mesir tersebut.
Namun,
FIFA tidak menjatuhkan sanksi. Organisasi sepak bola dunia itu menilai
pengibaran bendera Palestina tidak melanggar peraturan turnamen karena
Asosiasi Sepak Bola Palestina merupakan anggota resmi FIFA.
Kontroversi
kemudian kembali memanas setelah pelatih sepak bola Israel, Lior Mor
Yosef, disebut melontarkan pernyataan yang meminta tindakan terhadap
Hassan akibat aksinya membawa bendera Palestina.
Pernyataan
tersebut menuai kecaman dari sejumlah komentator olahraga Arab dan
pegiat hak asasi manusia. Mereka menilai seruan untuk melakukan tindakan
terhadap pelatih tim nasional sudah melewati batas dan berpotensi
membawa ketegangan politik ke dalam sepak bola internasional.
Di
tengah pengamanan ketat selama penyelenggaraan Piala Dunia, kemunculan
berbagai pesan politik di sekitar pertandingan membuat turnamen ini
kembali menjadi perhatian dunia. Perdebatan mengenai hubungan olahraga,
diplomasi, dan kebebasan berekspresi pun terus mengemuka sepanjang
kompetisi berlangsung.

