WANHEARTNEWS.COM
- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sempat dievakuasi secara
diam-diam dari pesawat Air Force One saat berada di Turki usai
menghadiri KTT NATO bulan lalu. Trump bahkan disebut dipindahkan
menggunakan truk logistik bandara di tengah kekhawatiran adanya ancaman
pembunuhan dari kelompok pro-Iran.
Operasi
rahasia tersebut dilakukan badan intelijen AS untuk mengamankan Trump.
Berdasarkan laporan The Washington Post, mengutip seorang pejabat AS,
Trump awalnya telah naik pesawat Boeing 747-8 yang merupakan hadiah dari
Qatar dan digunakan sebagai Air Force One.
Namun,
beberapa menit kemudian, Trump secara diam-diam diturunkan dari pesawat
tersebut. Dia kemudian dipindahkan ke pesawat militer AS lainnya
menggunakan truk logistik bandara yang biasanya digunakan untuk
mengangkut makanan serta berbagai perlengkapan penerbangan.
Langkah
tersebut dilakukan karena Dinas Rahasia AS mengkhawatirkan adanya
kemungkinan percobaan pembunuhan terhadap Trump oleh kelompok yang
memiliki hubungan atau simpati terhadap Iran.
Kabar
tersebut sejalan dengan laporan The New York Times (NYT) sebelumnya
yang mengungkap bahwa Trump terpaksa meninggalkan pesawat Boeing 747-8
hadiah dari Qatar dan berganti ke pesawat lain selama berada di Turki.
Dalam
rekaman video yang disiarkan sejumlah stasiun televisi, Trump terlihat
sempat menaiki pesawat Air Force One hadiah dari Qatar. Namun Tidak lama
kemudian, dia ternyata dipindahkan secara rahasia ke pesawat C-32A
milik Angkatan Udara AS.
Hanya
segelintir orang yang mengetahui operasi tersebut. Para jurnalis yang
tergabung dalam rombongan kepresidenan tetap berada di dalam Air Force
One utama. Mereka diminta tetap berada di pesawat dengan jendela
ditutup.
Karena
C-32A memiliki ukuran jauh lebih kecil dibandingkan Boeing 747-8, hanya
beberapa staf Gedung Putih dan pejabat senior yang dapat ikut dalam
penerbangan tersebut.
Pesawat
yang membawa Trump juga tidak menggunakan tanda panggilan Air Force
One. Pesawat tersebut dilaporkan mematikan transponder dan menggunakan
call sign militer rahasia, Reach 18.
Trump
disebut ditemani sejumlah pejabat penting, termasuk Menteri Pertahanan
AS Pete Hegseth, dalam penerbangan rahasia tersebut.
Pesawat
C-32A kemudian membawa Trump menuju Pangkalan Angkatan Udara Mildenhall
di Inggris untuk transit. Di lokasi tersebut, Trump kembali dipindahkan
secara diam-diam ke pesawat Air Force One utama.
Yang
menarik, para jurnalis yang mengikuti perjalanan kepresidenan tidak
mengetahui bahwa Trump sebenarnya baru bergabung dengan rombongan di
pangkalan tersebut.
Operasi
rahasia itu baru terungkap setelah laporan media mengenai perpindahan
Trump muncul. Sebelumnya, Trump sempat berbicara kepada wartawan
mengenai ancaman pembunuhan yang menurutnya terus datang dari Iran.
Meski
demikian, Trump tidak pernah mengungkap bahwa aparat keamanan AS telah
menjalankan operasi khusus untuk memindahkannya dari pesawat Air Force
One selama berada di Turki.
Drama
tersebut menunjukkan betapa seriusnya kekhawatiran keamanan di sekitar
Trump ketika menghadiri KTT NATO. Di tengah meningkatnya ketegangan
AS-Iran, pengamanan presiden AS bahkan dilakukan secara senyap tanpa
diketahui sebagian besar rombongan dan awak media
Sumber: inews
