WANHEARTNEWS.COM - Iran melancarkan serangan pembalasan terhadap Amerika Serikat (AS) dengan membombardir pangkalan-pangkalan militer di Timur Tengah, Selasa (14/7/2026) pagi waktu setempat. Serangan di antaranya menargetkan fasilitas AS di Bahrain dan Yordania.
Korps
Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeklaim berhasil menghancurkan
beberapa perangkat penting militer AS. Serangan itu diklaim
menghancurkan radar sistem pertahanan Patriot, radar pengawas udara
Armada ke-5 AS, serta sistem radar peringatan dini C-RAM di Bahrain.
Selain
itu IRGC juga melancarkan serangan terhadap pangkalan udara AS di
Yordania. Iran menyebut pangkalan itu digunakan oleh pasukan AS untuk
melakukan serangan langsung ke Iran.
"Para
pejuang Islam menyerang fasilitas dan posisi kunci musuh AS di
pangkalan udara yang diduduki oleh tentara Amerika 'pembunuh
anak-anak'," bunyi pernyataan IRGC, dilaporkan stasiun televisi Press
TV.
Sebelumnya
Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan telah menyelesaikan gelombang
serangan baru terhadap target militer Iran di Bushehr, Chabahar, Jask,
Konarak, dan Bandar Abbas.
Presiden
AS Donald Trump mengatakan, militer AS siap melanjutkan operasi militer
jika diperlukan. Operasi itu sebagai respons atas ancaman atau serangan
Iran terhadap AS dan sekutunya di kawasan
Sumber: inews

