WANHEARTNEWS.COM -Ada skenario untuk tidak menghadirkan bekas Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam kasus tudingan ijazah palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Demikian
disampaikan Koordinator Non Litigasi Tim Advokasi Anti Kriminalisasi
Akademisi dan Aktivis, Ahmad Khozinudin, dikutip Senin 13 Juli 2026.
Skenario
ini bukan saja terbaca dari materi dakwaan yang OBSCUUR, juga
praperadilan yang mulanya tak pernah diajukan tetapi tiba-tiba
diajukan.
"Informasi yang kami himpun, ada kesepakatan jahat pengkhianat yang berkompromi dengan kubu Solo," kata Khozinudin.
Kesepakatannya,
kata Khozinudin, sidang akan dihentikan pada tahap eksepsi, juga karena
gugurnya status tersangka, sehingga tidak perlu masuk pokok perkara dan
menghadirkan Jokowi.
"Maka
selamatlah Jokowi dan rakyat menjadi kehilangan tujuan. Kasus ijazah
ini, akan selamanya menjadi aib sejarah republik," kata Khozinudin.
Menurut
Khozinudin, rakyat akan tertipu dengan pesta pora dan euforia
kemenangan semu. Karena yang menang bukan rakyat, tapi sosok tertentu
yang cari aman sendiri dan mengorbankan perjuangan rakyat.
"Lagi-lagi
kebisingan rakyat yang bertahun-tahun terbelah karena masalah ijazah
tak pernah akan tamat. Karena tak ada persidangan yang mengadili pokok
perkara," kata Khozinudin.
Bagi
yang ingin cari aman, akan selalu berdalih ini sidang fitnah, sidang
pencemaran, lalu membangun narasi untuk cari aman, cari selamat
sendiri.
"Mereka
lupa bahwa selama ini rakyat membersamai perjuangan karena ingin
menuntaskan kasus ijazah, bukan cuma mau menyelamatkan orang tertentu,"
pungkas Khozinudin
Sumber: RMOL
.jpg)
